Selasa, 11 Juni 2013

LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Banyak sumber daya yang ada di Indonesia yang dapat dijadikan objek dan sumber rejeki bagi setiap rakyat Indonesia. Salah satu sumber daya yang melimpah yang ada di Indonesia adalah dari sector pertambangan yang melimpah ruah tersebar dari sabang sampai merauke. Potensi ini yang memberikan rakyat Indonesia dapat mengexplore segala hasil bumi yang ada di tanah air ini. Salah satunya hasil tambang yang sangat berharga adalah emas. Suatu hasil penelitian yang dilakukan berada di Dusun Sangon, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kualitas lingkungan Dusun Sangon tersebut akibat penggunaan merkuri (Hg) pada proses penambangan emas rakyat di wilayah tersebut.
Pengolahan Bijih emas di Dusun Sangon dengan teknik amalgamasi umumnya di lakukan di halaman rumah dan di pinggir sungai, yang berdekatan dengan lokasi tambang dengan memakai gelondong (Mesin Tromol). Satu lokasi pengolahan bijih menggunakan 1–6 gelondong dan setiap gelondong dapat mengolah 12-25 kg bijih dalam sehari. Bijih dimasukkan ke dalam gelondong ditambahkan air dan merkuri kemudian diputar selama 4-8 jam dengan menggunakan tenaga mesin generator (mesin diesel). Setelah proses amalgamasi selesai, amalgam dipisahkan dari tailingnya dengan cara diperas dengan kain parasut dan tailingnya dialirkan ke tanah dan ke sungai sehingga terjadi kontaminasi terhadap lingkungan. Penambangan emas rakyat yang menggunakan merkuri pada proses pengolahan emas tentunya berpotensi mengakibatkan pencemaran lingkungan khususnya pencemaran tanah, air permukaan (sungai) dan air bawah tanah.
  Dampak lingkungan akibat penambangan ini pasti akan terjadi karena merkuri merupakan cairan kimia yang sangat berbahaya terhadap lingkungan. Sebagai contoh jika limbah air sisa penambangan tersebut dialiri ke sungai, seluruh biota laut akan mati akibat tercemarnya air sungai itu. Tidak hanya itu, air merupakan sumber kebutuhan manusia air yang tercemar secara tidak langsung akan mengalir ke segala arah sehingga dampak pencemarannya akan semakin luas. Sebagian warga Indonesia masih belum mendapatkan fasilitas air bersih yang layak sehingga apabila pencemaran ini semakin meluas dapat dipastikan bahwa penyakit-penyakit lain pun akan timbul bukan hanya penyakit-penyakit yang telah dijelaskan oleh kelompok 5 akan tetapi penyakit-penyakit lain yang mungkin akan timbul baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, sebagai manusia dan warga Negara yang baik seharusnya kita dapat memanfaatkan segala kelebihan dan kelimpahan sumber daya yang dimiliki khususnya emas. Selain pengembangannya yang bijak, alangkah baiknya kita dapat memberikan dan memperhatikan dampak-dampak lain akibat proses penambangan yang dilakukan sehingga dampak-dampak dari masalah penambangan dapat diminimalisir dan diolah dengan baik.

ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI IPTEK

ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI IPTEK


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dan mendorong segala perubahan yang serba cepat dan instan juga dalam berbagai bidang. Tidak terkecuali mendorong terhadapnya dampak yang terjadi akibat perubahan tersebut. Dampak yang sangat nyata terlihat yaitu dampak pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan biasanya dihasilkan oleh limbah industri yang memproduksi beragam bahan-bahan atau komponen industri. Salah satu dampak limbah industri yang terlihat nyata yaitu limbah yang B3 suatu limbah yang sangat berbahaya dan beracun. Limbah B3 ini merupakan limbah yang sangat berbahaya dan beracun yang dapat mencemari dan merusak lingkungan hidup. Tidak hanya itu, golongan limbah B3 merupakan limbah yang seharusnya tidak dapat dibuang atau didaur ulang agar dapat dimanfaatkan dengan fungsi yang lain. Limbah B3 yang sangat keras dan berbahaya tersebut akan semakin parah tercemarnya jika suatu instansi atau perusahaan yang menghasilkan limbah tersebut membuangnya kesembarang tempat atau bahkan ke sungai. Bukan lagi dampak terhadap lingkungan saja yang akan dihasilkan melainkan dampak terhadap manusia yang berada disekitarnya juga terkena dampak.

Mengingat sekali lagi limbah ini sangat berbahaya dan keras sekali kandungan yang sangat berbahayanya dapat menimbulkan keracunan bahkan kematian untuk warga ataupun mahluk hidup yang berada disekitar lingkungan tersebut. Pencemaran limbah ini tergolong sangat mudah terinfeksi apabila tidak dikelola dengan baik dan benar limbahnya. Perusahaan industri merupakan pendonor limbah B3 yang paling banyak dan sangat membahayakan apabila tidak perusahaan industri ini merupakan suatu perusahaan yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, sangatlah bijak apabila suatu instansi atau perusahaan yang menghasilkan limbah bekas proses produksinya terutama limbah B3 agar mampu bertanggung jawab bukan hanya terhadap lingkungan saja akan tetapi mahluk hidup yang ada disekitar lingkungan pabrik agar dapat terhindar dari penyakit atau bahkan keracunan dan kematian yang ditimbulkan dari pencemaran tersebut. Bukan hanya suatu instansi ataupun perusahaan dan pabrik yang harus bertanggung jawab akan pencemaran bekas limbah industri yang mereka hasilkan akan tetapi peran pemerintah. Peran pemerintah dirasa sangat perlu sebagai tim pengawas yang sigap memberikan sangsi yang tegas terhadap instansi perusahaan atau pabrik yang tidak menaati peraturan dan prosedur mengenai pengelolaan limbah bukan hanya limbah B3 yang sangat berbahaya, akan tetapi seluruh limbah yang dihasilkan dari proses produksi tersebut agar tidak terjadi dampak bagi lingkungan dan mahluk hidup yang berada disekitarnya.

 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat seharusnya mendorong setiap instansi terkait dapat memanfaatkan limbah agar lebih bijak dan tidak menganggu ekosistem dan mahluk hidup yang lain.

Jumat, 05 April 2013

Sejarah ISO 14000

ISO 14000

2.1       Pengertian ISO 14000
            ISO (Internasional Organization for Standarization) yang berkedudukan di Swiss adalah organisasi yang bertugas mengembangkan standar dibidang industry, bisnis dan teknologi.ISO juga merupakan sebuah organisasi dunia non pemerintah dan bukan bagian dari PBB atau WTO (World Trade Organization) walaupun standar-standar yang dihasilkan merupakan rujukan bagi kedua organisasi tersebut. Anggota ISO, terdiri dari 110 negara, tidak terdiri dari delegasi pemerintah tetapi tersusun dari institusi standarisasi nasional sebanyak satu wakil organisasi untuk setiap negara. ISO 14000 series merupakan seperangkat standar internasional bidang manajemen lingkungan yang dimaksudkan untuk membantu organisasi di seluruh dunia dalam meningkatkan efektivitas kegiatan pengelolaan lingkungannya.Meski ISO adalah organisasi non pemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah.
Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar.Standar – standar yang diberikan ISO kepada para perusahaan bertujuan agar perusahaan-perusahaan di seluruh negara dapat memiliki gambaran mengenai aturan kerja pengelolaan lingkungan yang efektif dan dapat diterapkan pada sistem manajemen lainnya.Dengan diberikan gambaran–gambaran tersebut, perusahaan diharapkan memiliki suatu sistem peralatan yang dapat dipergunakan dalam menjaga kestabilan dan kelestarian lingkungannya sehingga hal ini memungkinkan kinerja perusahaan dengan basis lingkungan yang selalu terkendali dan terus mengalami perkembangan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerjasama dengan Kelompok Kerja Nasional ISO 14000 dan berbagai stakeholders sejak tahun 1995 mengkaji, menyebarkan informasi, dan melakukan serangkaian kegiatan penelitian dan pengembangan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. Berdasarkan hasil pembahasan dengan “stakeholders” di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup menyadari potensi penerapan Sistem Manajemen Lingkungan bagi peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan, peningkatan peran aktif pihak swasta dan promosi penerapan perangkat pengelolaan lingkungan secara proaktif dan sukarela di Indonesia.

2.2       Sejarah ISO 14000  di Indonesia
            Bulan Juni 1991 ISO membentuk SAGE (Strategic Advisory Group on the Environment) yang merekomendasikan pembentukan standar manajemen lingkungan.Bulan Januari 1993 dibentuklah Technical Committee atau TC 207 yang bertugas menggembangkan ISO seri 14000.Seiring dengan perumusan Standar Internasional ISO seri 14000 untuk bidang manajemen lingkungan sejak 1993, maka Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif mengikuti perkembangan ISO seri 14000 telah melakukan antisipasi terhadap diberlakukannya standar tersebut. Dalam hal tersebut, dilakukan berbagai pembentukan Kelompok Kerja Nasional ISO 14000 oleh Bapedal pada tahun 1995 untuk membahas draf standar ISO tersebut sejak tahun 1995. Anggota Kelompok Kerja tersebut berasal dari berbagai kalangan, baik Pemerintah, Swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, maupun pakar pengelolaan lingkungan.
Perumusan standar ISO 14000 series diprakarsai dunia usaha sebagai kontribusi terhadap pencapaian Pembangunan Berkelanjutan yang disepakati dalam KTT Bumi di Rio de Janeiro Tahun 1992. Wakil pihak pemerintah, dunia usaha, pakar, praktisi dan pihak lain yang berkepentingan terlibat dalam perumusan standar tersebut. ISO 14000 series mencakup beberapa kelompok perangkat pengelolaan lingkungan atau seri standar ynsg terdiri dari.
1.        ISO seri 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan (SML)
2.        ISO seri 19011 tentang Audit Sistem Mutu dan Lingkungan
3.        ISO seri 14020 tentang Label Lingkungan (Environment Labbeling)
4.        ISO seri 14030 tentang Evaluasi Unjuk Kerja Lingkungan
5.        ISO seri 14040 tentang Analisa Daur Hidup Produk
6.        ISO seri 14050 tentang Istilah dan Definisi
ISO seri 14060 tentang Standar Aspek Lingkungan dari Produk
Pada tahun 1996-1998, serangkaian seminar, lokakarya, penelitian dan proyek percontohan Sistem Manajemen Lingkungan telah diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup, bekerjasama dengan BSN dan berbagai pihak. Rangkaian kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menjadi investasi awal bagi penerapan ISO 14000 di Indonesia dalam menumbuhkan sisi “demand” maupun “supply” menuju mekanisme pasar yang wajar. Setelah itu, muncullah beberapa penyelenggara pelatihan, jasa konsultasi, jasa sertifikasi dan perusahaan-perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan.Seiring dengan tumbuhnya populasi para pemain dalam pasar penerapan ISO 14000 di Indonesia, Kementerian lingkungan hidup selanjutnya lebih menfokuskan diri pada peran fasilitator dan pembina kepada semua pihak dalam penerapan ISO 14000 di Indonesia.
Peran motor penggerak diharapkan dapat dilanjutkan oleh dunia usaha itu sendiri, sesuai dengan jiwa penerapan Sistem Manajemen Lingkungan yang bersifat proaktif dan sukarela. Untuk menfasilitasi penerapan standar ISO 14000 di Indonesia dan mempermudah penerapan dilapangan serta untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaannya, maka Kementerian lingkungan hidup  bekerja sama dengan BSN telah melakukan adopsi terhadap beberapa Standar Internasional ISO 14000 menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar yang telah diadopsi tersebut diantaranya:
1.Sistem Manajemen Lingkungan-Spesifikasi dengan Panduan Penggunaan (SNI  19-14001-1997)
2.Sistem Manajemen Lingkungan-Pedoman Umum Prinsip Sistem dan Teknik Pendukung (SNI 19-14004-1997)
3.Pedoman Audit Lingkungan-Prinsip Umum (SNI 19-1410-1997)
4.Pedoman Untuk Pengauditan Lingkungan – Prosedur Audit – Pengauditan Sistem Manajemen Lingkungan (SNI 19-14011-1997)
5.Pedoman Audit untuk Lingkungan – Kriteria Kualifikasi untuk Auditor Lingkungan (SNI 19-14012-1997)
Semua organisasi dari beragam jenis kegiatan, beragam ukuran, berbeda lokasi, pada prinsipnya dapat menerapkan standar ISO 14000, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Beberapa pihak organisasi perlu dan berkepentingan untuk menunjukkan kepada pihak lain (mitra usaha, konsumen, masyarakat, investor, dll bahwa kegiatan pengelolaan lingkungan organisasi yang bersangkutan. mengikuti standar yang diakui secara internasional, seperti ISO 14000. Faktor pendorong utama dalam penerapan standar ISO 14000 di seluruh dunia adalah semakin meningkatnya kepedulian berbagai pihak terhadap pentingnya upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup. Di satu sisi, pihak organisasi yang bersangkutan dapat secara proaktif menerapkan standar ISO 14000 untuk meningkatkan citra organisasi dan meningkatkan daya saingnya, sementara di sisi lain banyak organisasi lain merasa perlu menerapkan standar ISO 14000 untuk mengantisipasi permintaan konsumen dan mitra usaha.

2.3       Penerapan standar ISO 14000
Penerapan standar ISO 14000 sangat penting dan sangat berpotensi. Berikut ini adalah pentingnya penerapan standar ISO:
1) Meningkatkan citra organisasi
2) Meningkatkan kinerja lingkungan organisasi
3) Meningkatkan penaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan       pengelolaan lingkungan
4) Mengurangi resiko usaha
5) Meningkatkan efisiensi kegiatan
6) Meningkatkan daya saing
7) Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak  berkepentingan
8) Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act).
Berdasarkan diskusi dengan berbagai pihak berkepentingan di Indonesia, Kementrian Lingkungan Hidup menyadari potensi penerapan standar ISO 14000 bagi peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup Indonesia serta peningkatan peran serta dunia usaha untuk secara pro-aktif mengelola lingkungan. Oleh karena itu, Kementrian Lingkungan Hidup mendorong dan memfasilitasi penerapan standar ISO 14000 di Indonesia. Berbagai seminar, lokakarya, pelatihan tentang ISO 14000 telah dilaksanakan sejak tahun 1995, yang dimaksudkan menjadi motor penggerak penerapan standar ISO 14000 di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan populasi para praktisi dalam bidang tersebut serta dengan pendekatan pemberdayaan pihak swasta yang kompeten, maka Kementrian Lingkungan Hidup mengharapkan agar peran motor penggerak penerapan standar ISO 14000 tersebut dilanjutkan oleh pihak swasta.Hal ini konsisten dengan latar belakang pengembangan standar ISO 14000 yang dimotori oleh dunia usaha dan didukung oleh para praktisi berpengalaman.
Terkait dengan komitmen memfasilitasi penerapan standar ISO 14000 tersebut, Kementrian Lingkungan Hidup pada saat ini mempunyai unit kerja Asisten Deputi Urusan Standarisasi dan Teknologi.Fokus perhatian yang diberikan adalah efektifitas penerapan Sistem Manajemen Lingkungan, baik yang dengan sertifikasi ISO 14001 maupun yang tidak.
Sejak ditetapkannya ISO 14000 menjadi standar internasional dan diadopsi menjadi SNI 19-14001-1997 sampai saat ini tercatat lebih dari 248 (dua ratus empat puluh delapan) sertifikat ISO 14001 untuk berbagai unit organisasi perusahaan di Indonesia yang dengan sukarela menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.Kecenderungan peningkatan penerapan Standar ISO 14001 dapat menjadi salah satu indikator peningkatan kesadaran industri terhadap pengelolaan lingkungan. Faktor pendorong yang lain adalah antisipasi industri terhadap potensi adanya persyaratan dagang dan industri yang diwajibkan oleh “buyer” untuk menerapkan ISO 14001. Selain kedua hal di atas, penerapan ISO 14001 juga di pacu oleh adanya program internal dari beberapa “holding company” untuk menerapkan ISO 14001 pada anak perusahaannya.

2.4       Kelembagaan dalam Penerapan ISO 14000 di Indonesia
            Lembaga-lembaga penenrapan ISO 14000 di Indonesia sangatlah banyak dan berkompeten.Berikut ini adalah lembaga-lembaga yang terkait dalam penerapan IS0 14000 di Indonesia.
a.       Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang merupakan anggota ISO yang mewakili Indonesia dalam siding pleno ISO. Semua masukan terhadap standar ISO sebelum disahkan menjadi standar internasional harus disampaikan melalui BSN. BSN memiliki hak suara untuk memberikan persetujuan dan penolakan terhadap isi dan standar.
b.      Intansi Teknis, adalah instansi  pemerintah yang bertugas untuk membahas substarsi teknis suatu standar sebelum disahkan menjadi standar internasional. Instansi ini dibentuk untuk membantu BSN dalam merumuskan dan memberikan masukan terhadap draft standar. Untuk ISO seri 14000 yang berperan sebagai instansi teknis adalah Kementrian Lingkungan Hidup.
c.       Komite Akreditasi Nasional (KAN) betugas memberikan akreditasi terhadap Lembaga Sertifikasi. KAN berkedudukan di BSN dengan anggota dari beberapa sektor.
d.      Lembaga Sertifikasi adalah Lembaga Independen yang bertugas memberikan sertifikat ISO 14000. Aturan main lembaga ini juga disahkan oleh BSN, sertifikasi perlu mendapat akreditasi dari KAN dan harus mengikuti aturan main KAN.
e.       Lembaga Pelatihan adalah lembaga yang memberikan pelatihan bidang ISO 14000. Lembaga pelatihan ini perlu mengikuti standar pelatihan ynag disahkan oleh BSN.
f.       Lembaga Sertifikasi Personal adalah lembaga yang memberikan sertifikasi kepada personal yang melakukan audit sebagai auditor system managemen lingkungan. Untuk menentukan kelayakan sertifikasi ynag dikeluarkan maka lembaga ini perlu disertifikasi. Aturan main Lembaga Sertifikasi Personal ini juga disahkan oleh BSN dan dalam operasinya selalu diawasi oleh BSN melalui KAN.
2.5       Cara Mendapatkan Sertifikat ISO
Mungkin bingung, darimana harus memulai proses mendapatkan sertifikat ISO 14000 tentang system manajemen lingkungan. Dalam kenyataanya,  mendapatkan ISO 14000 tidaklah sulit, apalagi bila anda menggunakan jasa konsultan ISO. Berikut ini kami ringkas 18 langkah mudah untuk mendapatkan sertifikat ISO 14000:
1. Top Manajemen harus memutuskan untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000.
2. Top Manajemen harus menyiapkan sumber daya yang mumpuni untuk menerapkan keputusan di atas. Persiapan tersebut berupa:
a. Kebutuhan sumber daya manusia seperti Management Representative atauKordinator ISO dan Tim ISO untuk menyiapkan, menerapkan, memelihara dan mengembangkan sistem manajemen mutu di perusahaan.
b. Kebutuhan Waktu. Setidaknya lakukan pertemuan Tim ISO 2 jam perhari atau bisa digabung menjadi sehari dalam seminggu untuk 3 bulan pertama penerapan guna memastikan semua persyaratan ISO dipenuhi.
c. Kebutuhan Biaya untuk konsultan ISO dan Sertifikasi ISO 14000
3.  Bentuklah tim yang minimal terdiri dari dua orang dari setiap divisi (dari tingkatan atas atau kepala  dan bawah atau staf  kemudian tunjuklah salah seorang dari kepala tersebut sebagai Management Representative atau Kordinator ISO. Penunjukkan Management Representative memang dipersyaratkan oleh standar ISO 14000. Untuk kelancaran penerapan ISO, pastikan Management Representative adalah karyawan yang paling mengerti proses bisnis perusahaan dan disegani oleh semua pihak.
4. Buatlah rencana training. Training pengenalan ISO 14000 untuk semua karyawan. Training sistem dokumentasi ISO 14000 untuk tim ISO dan training audit internal untuk tim ISO. Hubungi Multiple Training & Consulting (Konsultan ISO yang handal) untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
5. Bandingkan sistem yang sudah berjalan di perusahaan anda dengan standar Sistem Manajemen Lingkungan ISO14000. Analisis apa saja persyaratan ISO yang belum anda terapkan.
6. Rumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu (target pekerjaan) setiap divisi yang ada di perusahaan anda. Buatlah target yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Time Target)
7. Rumuskan 6 prosedur wajib yang dipersyaratkan ISO 14000 yaitu prosedur pengendalian dokumen, prosedur pengendalian rekaman mutu, prosedur pengendalian produk tidak sesuai, prosedur tindakan perbaikan, prosedur tindakan pencegahan, dan prosedur audit internal
8. Rumuskan prosedur kerja untuk setiap divisi. Bagi proses atau kegiatan yang harus dikontrol maka sebaiknya dibuatkan prosedur. Contoh prosedur kerja: Prosedur Penerimaan Karyawan, Prosedur Perencanaan Produksi, Prosedur Penyimpanan Barang, Prosedur Pelaksanaan Survey Kepuasan Pelanggan, dsb.
9. Untuk proses-proses yang dianggap rumit dan membutuhkan penjelasan detail, maka buatlah Instruksi Kerja (bila perlu disertai gambar ilustrasi).
10. Lengkapi prosedur kerja dan instruksi kerja tersebut dengan form isian. Form isian merupakan bukti bahwa prosedur tersebut dijalankan. Contoh form antara lain form serah terima barang, form evaluasi karyawan, form purchase request, form purchase order, dll.
11. Buatlah pedoman mutu yang berisi panduan penerapan ISO di perusahaan anda
12. Terapkan sistem manajemen mutu yang anda kembangkan setidaknya 3 bulan untuk memastikan semua prosedur yang telah ditetapkan, dimengerti dan dijalankan sepenuhnya oleh semua karyawan.
13. Laksanakan training audit internal untuk tim ISO
14. Jalankan audit internal pertama yang dilakukan oleh auditor internal yang telah mengikuti training. Auditor internal akan mengaudit seluruh divisi di perusahaan anda dan memeriksa kesesuaian dan ketidaksesuaian perusahaan anda dengan standar ISO atau prosedur dan kebijakan yang ditetapkan.
15. Hubungi badan sertifikasi untuk mengajukan audit sertifikasi. Setidaknya anda harus menghubungi badan sertifikasi 1 bulan sebelum tanggal audit yang anda inginkan.
16. Laksanakan rapat tinjauan manajemen yang dipimpin langsung oleh Top Manajemen untuk memastikan semua persyaratan ISO telah diimplementasikan.
17. Badan Sertifikasi akan mengaudit anda dalam 2 stage; (1) Initial Audit dan (2) Main Audit. Pastikan Tim ISO anda telah siap.
18. Selamat! Kini, sertifikat ISO 14000 sudah di tangan anda. Jangan lupa untuk menampilkan logo sertifikasi di kartu nama, kop surat, kemasan luar produk untuk meningkatkan brand image anda di mata pelanggan
Sertifikat ISO 14000 dikeluarkan oleh lembaga yang disebut badan sertifikasi.Badan sertifikasi yang eksis di Indonesiacukup banyak. Sebut saja diantaranya Sucofindo, SGS, BVQI, Lloyd, DQS, MSA,  dll. Terdapat dua syarat untuk mendapatkan sertifikat ISO yaitu telah menerapkan system manajemen manajemen lingkungan sekurang-kurangnya tiga bulan, dan telah lulus audit.
Setelah organisasi anda menerapkan ISO 14000 sekurang-kurangnya 3 bulan, anda boleh mengajukan diri untuk diaudit ke badan sertifikasi yang dipilih. Badan sertifikasi akan meminta anda untuk mengirimkan sertifikat ISO seperti  pedoman lingkungan, kebijakan lingkungan, sasaran lingkungan,
6 prosedur wajib, prosedur kerja departemen/bagian. Anda juga diminta untuk mengirimkan bukti pelaksanaan internal audit dan rapat tinjauan manajemen.
Lamanya waktu audit ditentukan oleh ruang lingkup dan bidang pekerjaan anda. Biasanya, audit dilakukan dalam 2 stage; stage 1 untuk memeriksa pemenuhan persyaratan dokumentasi, stage 2 untuk memeriksa pemenuhan persyaratan implementasi.Organisasi anda dinyatakan lulus jika tidak ada temuan yang bersifat majour (fatal). Temuan yang bersifat majour terjadi karena adanya sistem yang tidak berjalan sama sekali atau ada persyaratan ISO 14000 yang tidak diterapkan tanpa alasan. Temuan lain disebut minor dan observasi. Temuan minor terjadi bila organisasi anda hanya tidak konsisten dalam menjalankan sistem atau hanya sebagian persyaratan yang diterapkan dari yang seharusnya.Adapun temuan observasi hanya bersifat saran-saran perbaikan.Temuan minor dan observasi tidak menyebabkan kegagalan melainkan hanya perlu perbaikan-perbaikan.Anda diwajibkan untuk melakukan perbaikan terhadap temuan-temuan yang disampaikan terlebih dahulu sebelum proses pencetakan sertifikat. Setiap badan sertifikasi memiliki lama waktu pencetakan sertifikat yang berbeda-beda mengingat ada beberapa badan sertifikasi yang menginduk ke luar negeri.Pengalaman kami, waktunya berkisar antara 2 minggu sampai 1 bulan.
Sertifikat ISO 14000 berlaku untuk 3 tahun. Setelah 3 tahun, anda akan diaudit re-sertifikasi. Dalam masa 3 tahun, anda akan diaudit dalam periode tertentu (6 bulan sekali atau setahun sekali) yang disebut dengan surveilance audit
Biaya sertifikasi ISO 9001 berbeda-beda tergantung bidang pekerjaan dan besar organisasi anda. Setiap badan sertifikasi memiliki standar harga yang berbeda-beda. Namun yang jelas, ada 2 komponen biaya yang harus anda bayar yaitu biaya audit sertifikasi yang dikeluarkan diawal dan biaya audit surveillance.
Catatan:
- Badan Sertifikasi akan mengeluarkan sertifikat bila perusahaan anda dinilai tidak melakukan kesalahan fatal (majour finding) yang biasanya diakibatkan adanya salah satu klausul yang tidak diterapkan
- Setelah audit sertifikasi, Badan Sertifikasi akan melakukan surveillance audit yang dilakukan secara rutin enam bulan atau setahun sekali.











Rabu, 04 Juli 2012

sejarah teknik Industri


Sejarah Teknik Industri
Teknik industri
Teknik industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.
Awal mula Teknik Industri dapat ditelusuri dari beberapa sumber berbeda. Frederick Winslow Taylor sering ditetapkan sebagai Bapak Teknik Industri meskipun seluruh gagasannya tidak asli. Beberapa risalah terdahulu mungkin telah mempengaruhi perkembangan Teknik Industri seperti risalah The Wealth of Nations karya Adam Smith, dipublikasikan tahun 1776; Essay on Population karya Thomas Malthus dipublikasikan tahun 1798; Principles of Political Economy and Taxation karya David Ricardo, dipublikasikan tahun 1817; dan Principles of Political Economy karya John Stuart Mill, dipublikasikan tahun 1848. Seluruh hasil karya ini mengilhami penjelasan paham Liberal Klasik mengenai kesuksesan dan keterbatas dari Revolusi Industri. Adam Smith adalah ekonom yang terkenal pada zamannya. “Economic Science” adalah frasa untuk menggambarkan bidang ini di Inggris sebelum industrialisasi America muncul .
Kontribusi penting lainnya dan mengilhami Taylor adalah Charles W. Babbage. Babbage adalah profesor ahli matematika di Cambridge University. Salah satu kontribusi pentingnya adalah buku yang berjudul On the Economy of Machinery and Manufacturers tahun 1832 yang mendiskusikan banyak topik menyangkut manufaktur. Babbage mendiskusikan gagasan tentang Kurva Belajar (Learning Curve), pembagian tugas dan bagaimana proses pembelajaran dipengaruhi, dan efek belajar terhadap peningkatan pemborosan. Dia juga sangat tertarik pada metode pengaturan pemborosan. Charles Babbage adalah orang pertama yang menganjurkan membangun komputer mekanis. Dia menyebutnya “analytical calculating machine” , untuk tujuan memecahkan masalah matematika yang kompleks.
Di Amerika Serikat selama akhir abad 19 telah terjadi perkembangan yang mempengaruhi pembentukan Teknik Industri. Henry R. Towne menekankan aspek ekonomi terhadap pekerjaan insinyur yakni bagaimana seorang insinyur akan meningkatkan laba perusahaan? Towne kemudian menjadi anggota American Society of Mechanical Engineers (ASME) sebagaimana yang dilakukan beberapa pendahulunya di bidang Teknik Industri. Towne menekankan perlunya mengembangkan suatu bidang yang terfokus pada sistem manufactur. Dalam Industrial Engineering Handbook dikatakan bahwa “ASME adalah tempat berkembang biaknya Teknik Industri”. Towne bersama Fredrick A. Halsey bekerja mengembangkan dan memaparkan suatu Rencana Kerja untuk mengurangi pemborosan kepada ASME. Tujuan Recana ini adalah meningkatkan produktivitas pekerja tanpa berpengaruh negatif terhadap ongkos produksi. Rencana ini juga menganjurkan bahwa sebagian keuntungan dapat dibagikan kepada pekerja dalam bentuk insentif.
Henry L. Gantt (juga anggota ASME) menekankan pentingnya seleksi karyawan dan pelatihannya. Dia, seperti juga Towne dan Halsey, memaparkan paper dengan topik-topik seperti biaya, seleksi karyawan, pelatihan, skema insentif, dan penjadwalan kerja. Dia adalah pencipta Diagram Gantt (Gantt chart), yang saat ini merupakan diagram yang sangat populer digunakan dalam penjadwalan kerja. Sampai sekarang Gantt chart digunakan dalam bidang statitik untuk membuat prediksi yang akurat. Jenis diagram lainnya telah dikembangkan untuk tujuan penjadwalan seperti Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Mapping (CPM).
Sejarah Teknik Industri tidak lengkap tanpa menyebut Frederick Winslow Taylor. Taylor mungkin adalah pelopor Teknik Industri yang paling terkenal. Dia mempresentasikan gagasan mengenai pengorganisasian pekerjaan dengan menggunakan manajemen kepada seluruh anggota ASME. Dia menciptakan istilah “Scientific Management” untuk menggambarkan metode yang dia bangun melalui studi empiris. Kegiatannya, seperti yang lainnya, meliputi topik-topik seperti pengorganisasian pekerjaan dengan manajemen, seleksi pekerja, pelatihan, dan kompensasi tambahan bagi seluruh individu yang memenuhi standar yang dibuat perusahaan. Scientific Management memiliki efek yang besar terhadap Revolusi Industri, baik di Amerika maupun di luar negara Amerika.
Keluarga Gilbreth diakui akan pengembangan terhadap Studi Waktu dan Gerak (Time and Motion Studies). Frank Bunker Gilbreth dan istrinya Dr. Lillian M. Gilbreth melakukan penelitian mengenai Pemahaman Kelelahan (Fatigue), Skill Development, Studi Gerak (Motion Studies), dan Studi Waktu (Time Studies). Lillian Gilbreth memeliki gelasr Ph.D. dalam bidang Psikologi yang membantunya dalam memahami masalah-masalah manusia. Keluarga Gilbreth meyakini bahwa terdapat satu cara terbaik (“one best way”) untuk melakukan pekerjaan. Salah satu pemikiran mereka yang siginifikan adalah pengklasifikasian gerakan dasar manusia ke dalam 17 macam, dimana ada gerakan yang efektif dan ada yang tidak efektif. Mereka menamakannya Tabel Klasifikasi Therbligs (ejaan terbalik dari kata Gilbreth). Gilbreth menyimpulkan bahwa waktu untuk menyelesaikan gerakan yang efektif (effective therblig) lebih singkat tetapi sulit untuk dikurangi, demikian sebaliknya dengan non-effective therbligs. Gilbreth mengklaim bahwa setiap bentuk pekerjaan dapat dipisah-pisah ke dalam bentuk pekerjaan yang lebih sederhana.
Saat Amerika Serikat menghadapi Perang Dunia II, secara diam-diam pemerintah mendaftarkan para ilmuwan untuk meneliti perencanaan, metode produksi, dan logistik dalam perang. Para ilmuwan ini mengembangkan sejumlah teknik untuk pemodelan dan memprediksi solusi optimal. Lebih lanjut saat informasi ini terbongkar. lahirlah Operation Research. Banyak hasil penelitian yang masih sangat teoritis dan pemahaman bagaimana menggunakannya dalam dunia nyata tidak ada. Hal inilah yang menyebabkan jurang antara kelompok Operation Research (OR) dan profesi insinyur terlalu lebar. hanya sedikit perusahaan yang dengan sigap membentuk departemen Operation Research dan mengkapitalisasikannya.
Pada 1948 sebuah komunitas baru, American Institute for Industrial Engineers (AIIE), dibuka untuk pertama kalinya. Pada masa ini Teknik Industri benar-benar tidak mendapat tempat yang khusus dalam struktur perusahaan. Selama tahun 1960 dan sesudahnya, beberapa perguruan tinggi mulai mengadopsi teknik-teknik operation research dan menambahkannya pada kurikulum Teknik Industri. Sekarang untuk pertama kalinya metode-metode Teknik Industri disandarkan pada fondasi analisa, termasuk metode empiris terdahulu lainnya. Pengembangan baru terhadap optimisasi dalam matematika sebagaimana metode baru dalam analisa statistik membantu dalam mengisi lubang kosong bidang Teknik Industri dengan pendekatan teoritis.
Kemudian, permasalahan Teknik Industri menjadi begitu besar dan kompleks pada dan saat komputer digital berkembang. Dengan komputer digital dan kemampuannya menyimpan data dalam jumlah besar, insinyur Teknik Industri memiliki alat baru untuk mengkalkulasi permasalahan besar secara cepat. Sebelumnya komputasi pada suatu sistem memakan mingguan bahkan bulanan, tetapi dengan komputer dan perkembangan sub-program “sub-routines”, perhitungan dapat dilakukan dalam hitungan menit dan dengan mudah dapat diulangi terhadap kriteria problem yang baru. Dengan kemampuannya menyimpan data, hasil perhitungan pada sistem sebelumnya dapat disimpan dan dibandingkan dengan informasi baru. Data-data ini membuat Teknik Industri menjadi cara yang kuat dalam mempelajari sistem produksi dan reaskinya bila terjadi perubahan.
Di Indonesia
Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus Institut Teknologi Bandung. Sejarah pendirian pendidikan Teknik Industri di ITB tidak terlepas dari kondisi praktek sarjana mesin pada tahun lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik mesin merupakan kelanjutan dari profesi pada jaman Belanda, yaitu terbatas pada pekerjaan pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi. Barang-barang modal itu sepenuhnya diimpor, karena di Indonesia belum terdapat pabrik mesin.
Di Universitas Indonesia (www.ui.edu), keilmuan Teknik Industri telah dikenalkan pada awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari keilmuan Teknik Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik Industri (sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik Universitas Indonesia, situs resminya di http://www.ie.ui.ac.id/
Kalau pada masa itu, dijumpai bengkel-bengkel tergolong besar yang mengerjakan pekerjaan perancangan konstruksi baja seperti yang antara lain terdapat di kota Pasuruan

profile Andrea Pirlo


Andrea Pirlo

Nama Lengkap : Andrea Pirlo
Tempat Lahir : Flero, Lombardy, Italia
Tanggal Lahir : 19 Mei 1979
Kebangsaan : Italia
Posisi : Gelandang
Bermain di Klub : Juventus

Andrea Pirlo lahir pada tanggal 19 Mei 1979 di Flero, Lombardy, Italia. Pemain berkebangsaan Italia ini menempati posisi pemain tengah.

Pirlo melakukan debut bersama Brescia ketika melawan Reggina pada tanggal 21 Mei 1995. Setelah berhasil menjadi pemain inti Brescia, dia menjadi incaran pelatih Inter Milan, Mircea Lucescu, yang akhirnya membelinya. Akan tetapi di musim pertamanya, Pirlo tidak berhasil masuk dalam tim inti, dan akhirnya dipinjamkan ke Reggina. Setelah musim yang menawan bersama Reggina, dia kembali ke Inter tetapi sekali lagi gagal menjadi pemain inti dan dipinjamkan lagi ke Brescia.

Setelah 3 musim bersama Inter, Pirlo akhirnya dijual ke AC Milan. Dengan AC Milan, dia benar-benar menemukan penampilan terbaiknya. Awalnya Pirlo memang bermain sebagai gelandang serang, sebelum akhirnya pelatih Carlo Ancelottimengembangkannya menjadi seorang playmaker. Kerja samanya dengan Gennaro Gattuso memegang peranan penting bagi Milan.

profil Andres Iniesta


Andres Iniesta

Nama Lengkap : Andres Iniesta Lujan
Tempat Lahir : Fuentealbilla, Spanyol
Tanggal Lahir : 11 Mei 1984
Kebangsaan : Spanyol
Posisi : Gelandang
Bermain di Klub : Barcelona


Andres Iniesta Lujan adalah pemain sepak bola profesional Spanyol yang lahir pada 11 Mei 1984 di Fuentealbilla, Albacete. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini bermain di Barcelona dan menjadi bagian dari tim nasional Spanyol.

Saat junior, Iniesta bermain untuk tim lokal di kota asalnya, Albacete. Pada tahun 1996, Iniesta pindah ke tim junior Barcelona dan bergabung dengan Barcelona B sejak musim 2000-01. Iniesta adalah lulusan akademi La Masia, seangkatan dengan bintang Arsenal, Cesc Fabregas.

Saat Barcelona dilatih oleh Louis Van Gaal, Iniesta memperoleh kesempatan untuk melakukan debutnya di tim senior Barca pada 29 Oktober 2002 saat pertandingan menghadapi Club Brugge (Belgia) di ajang Liga Champions.

Pada musim pertamanya di tim senior Barcelona, Iniesta tampil sebanyak 11 kali dalam satu musim dan menjadi deputi pemain bintang asal Brasil, Ronaldinho.

Di Liga Champions 2008-09, Iniesta menjadi pahlawan Barcelona setelah mencetak gol telat ke gawang Chelsea di babak semi final untuk membawa Barcelona lolos ke final di Roma menghadapi Manchester United.

Prestasi
- Juara Liga Spanyol: 2004-2005, 2005-2006
- Juara Liga Champions: 2005-2006
- Juara Piala Super Eropa: 2005-2006, 2006-2007
- Juara Piala Eropa: 2008
- Juara Piala Eropa U-18: 2001
- Juara Piala Eropa U-19: 2002

Gelar individu:
- Euro 2008 Team of the tournament
- UEFA Team of the Year: 2009 

Prestasi Timnas Futsal Indonesia


PRESTASI TIMNAS FUTSAL INDONESIA

Timnas futsal Indonesia untuk pertama kalinya merebut gelar juara "AFF Futsal 2010" setelah menumbangkan Malaysia 5-0 dalam partai final di Stadion Thu Po, Ho Chi Minh City, Vietnam, Minggu sore.

Kemenangan ini merupakan keunggulan kedua kalinya bagi Timnas Indonesia atas Malaysia pada even yang sama. Sebelumnya, Vennard Hutabarat dkk membungkam tim negeri jiran itu 6-0 pada laga kedua penyisihan grup.

Lima gol kemenangan timnas Indonesia atas Malaysia diciptakan oleh Jaelani Ladanibi (menit ke-9), Vennard Hurabarat (23), Deny handoyo (26), Caca Matulesy (36) dan Haidar (37).

Pada "AFF Futsal Championship 2010" yang berlangsung sejak 5 April, timnas Indonesia mencatat rekor tak terkalahkan pada lima pertandingannya.

Selain memukul Malaysia dua kali, Vennard Hutabarat dkk menumbangkan Myanmar 7-4, menyikat Vietnam yang runner-up kejuaraan 2009 dengan skor 2-1, dan terakhir mengalahkan Filipina 4-0 untuk sekaligus menempatkan diri di posisi teratas di antara lima tim peserta.

Malaysia memastikan diri menjadi lawan bagi timnas Indonesia di final setelah pada pertandingan terakhirnya memukul Vietnam 2-0.

Dari keikutsertaan timnas sejak 2001, timnas Indonesia belum mampu untuk menggapai gelar. Gelar juara di even bergengsi ASEAN ini didominasi timnas Thailand sejak 2001 hingga 2009, yang kali ini tak berpartisipasi.

"Ini adalah kado untuk HUT ke-80 PSSI," kata kapten timnas Indonesia Vennard Hutabarat yang didampingi Ketua Komite Futsal Indonesia Ferry Paulus seperti dikutip Humas PSSI, yang dihubungi dari Jakarta, Minggu.

Selanjutnya, Timnas Indonesia juga akan tampil di putaran-final Piala Asia pada 23-30 Mei di Uzbekistan. Indonesia bergabung di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Taiwan dan Lebanon