Kamis, 24 Februari 2011

konflik agama merupakan ancaman bagi NKRI


BAB 1
PENDAHULUAN
Agama adalah satu prinsip kepercayaan kepada Tuhan yang harus di miliki setiap manusia, karena dengan beragama manusia bisa mengenal dirinya dan Tuhannya, dan dengan beragama manusia bisa tahu hak dan kewajibannya sebagi makhluk yang di ciptakan Tuhan.
Di Indonesia banyak di kenal bermacam-macam kepercayaan atau Agama, akan tetapi Agama yang diakui di Indonesia hanya ada lima, antara lain Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu.( http://www.anneahira.com/indonesia/agama-di-indonesia.htm)
BAB II
PEMBAHASAN
Konflik bernuansa agama bukanlah watak domestik bangsa Indonesia, melainkan akibat pengaruh konflik global antara Barat dan Timur setelah perang dingin, demikian Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) KH Hasyim Muzadi dalam Konferensi Transformasi Asia Pasifik di Jakarta, Senin.

"Perang terhadap terorisme mengakibatkan tersebarnya teroris, antara lain ke Indonesia, dan melawan Barat dari Indonesia," kata Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) tersebut.

Sedangkan berbagai konflik massal lainnya, lanjut Hasyim, terjadi karena sistem yang terlalu longgar, kepemimpinan yang lemah, serta terusiknya rasa keadilan dan keteladanan.

"Di Indonesia sebelum reformasi tidak ada perang agama, yang ada adalah perang kemerdekaan," kata mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Dia memaparkan, Islam masuk ke Indonesia tanpa perang dengan agama yang sudah ada terlebih dulu yakni Hindu, Buddha, dan agama lokal, melainkan melalui perdagangan serta akulturasi budaya.

Penyebaran Islam di Indonesia dilakukan tanpa membongkar kerajaan-kerajaan, namun pengislaman personal dalam kekuasaan dengan menyantuni budaya lokal dan kearifan lokal Indonesia sepanjang tidak bertentangan dengan Islam.
Pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) bukanlah jaminan dan solusi tepat yang dapat menyelesaikan konflik beragama seperti yang terjadi di Indonesia. Yang harus dilakukan adalah menghilangkan segala bentuk kekerasan dalam kehidupan beragama.

"Pembubaran ormas tertentu bukan merupakan solusi yang tepat, kalau kekerasan dalam kehidupan beragama masih ada," kata pimpinan Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Zainal Abidin Bagir dalam diskusi di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (11/2/2011).
Dia mengatakan kekerasan dalam kehidupan beragama harus dihilangkan. Sebab, hal itu merupakan persoalan utama. Di samping itu, aparat penegak hukum juga harus tegas terhadap pelaku kekerasan.

Menurut dia, dalam kasus kekerasan terhadap anggota Ahmadiyah di Pandeglang, Banten justru yang ditonjolkan adalah pembubaran ormas. Padahal yang menjadi masalah adalah fatwa sesat tentang ajaran tersebut yang kemudian muncul kekerasan.

"Fatwa tersebut kemudian senjata untuk melakukan kekerasan," ungkap staf pengajar Program Studi Agama dan Lintas Budaya sekolah Pasca Sarjana UGM itu.

Di luar kasus Ahmadiyah kata Zainal, ditemukan 20 kasus berkaitan dengan tuduhan penodaan agama yang disertai aksi kekerasan. Selama tahun 2010 ditemukan sebanyak 39 kasus yang berkaitan dengan rumah ibadah yakni pendirian gereja yang dipermasalahkan umat muslim. Dari kasus itu sekitar 17 kasus atau 43 persen di antaranya diikuti dengan kekerasan fisik.

"Namun hingga kini tidak ada proses pengadilan terhadap aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama tersebut. Aparat penegak hukum tidak boleh dalam posisi lemah dalam memberantas kekerasan dalam beragama," pungkas Zainal. (http://www.antaranews.com/berita/1286803870/konflik-agama-bukan-watak-indonesia)
(http://www.detiknews.com/read/2011/02/11/135552/1569364/10/pembubaran-ormas-bukan-jaminan-konflik-agama-selesai)
BAB III
PENUTUP
konflik yang terjadi yang berwujud wilayah indonesia merupakan akumulasi dari kerapuhan persatuan dan kesatuan warga masyarakat heterogen dalam satuan-satuan wilayah kebudayaan dengan kepentingan konspirasi dengan kelompok-kelompok tertentu di dalam negeri serta pihak asing.kepentinagn itu dilatar belakangi tujuan politik ekonomi dan agama
Upaya itu tidak mencapai sasaran puncak karena ditingkat elit dan pelaksana pihak keamanan dan birokrasi mayoritas masih komit dengan dengan negara kesatuan sehingga serius memperkecil zona konflik dan kefatalan berbagai dampaknya.Masyarakat dari berbagai suku dan agama juga tidak memiliki basic yang kuat untuk memasuki kancah konflik bahkan sebaliknya dari semula sudah terbiasa hidup rukun dan damai dalam berbagai perbedaan
Namun begitu karena masyarakat telah semakin berpendidikan dan cerdas, ditambah dengan nuansa reformasi secara mencuap nya konsep HAM, mereka menginginkan berbagai pihak yang terkait dengan pembangunan kehidupan mereka, (http://www.depsos.go.id/Balatbang/Puslitbang%20UKS/PDF/rusmin.pdf)





muhammad wildan ardiansyah
34410837
1ID04

konflik agama merupakan ancaman bagi NKRI

BAB 1
PENDAHULUAN
Agama adalah satu prinsip kepercayaan kepada Tuhan yang harus di miliki setiap manusia, karena dengan beragama manusia bisa mengenal dirinya dan Tuhannya, dan dengan beragama manusia bisa tahu hak dan kewajibannya sebagi makhluk yang di ciptakan Tuhan.
Di Indonesia banyak di kenal bermacam-macam kepercayaan atau Agama, akan tetapi Agama yang diakui di Indonesia hanya ada lima, antara lain Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu.( http://www.anneahira.com/indonesia/agama-di-indonesia.htm)
BAB II
PEMBAHASAN
Konflik bernuansa agama bukanlah watak domestik bangsa Indonesia, melainkan akibat pengaruh konflik global antara Barat dan Timur setelah perang dingin, demikian Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) KH Hasyim Muzadi dalam Konferensi Transformasi Asia Pasifik di Jakarta, Senin.

"Perang terhadap terorisme mengakibatkan tersebarnya teroris, antara lain ke Indonesia, dan melawan Barat dari Indonesia," kata Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) tersebut.

Sedangkan berbagai konflik massal lainnya, lanjut Hasyim, terjadi karena sistem yang terlalu longgar, kepemimpinan yang lemah, serta terusiknya rasa keadilan dan keteladanan.

"Di Indonesia sebelum reformasi tidak ada perang agama, yang ada adalah perang kemerdekaan," kata mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Dia memaparkan, Islam masuk ke Indonesia tanpa perang dengan agama yang sudah ada terlebih dulu yakni Hindu, Buddha, dan agama lokal, melainkan melalui perdagangan serta akulturasi budaya.

Penyebaran Islam di Indonesia dilakukan tanpa membongkar kerajaan-kerajaan, namun pengislaman personal dalam kekuasaan dengan menyantuni budaya lokal dan kearifan lokal Indonesia sepanjang tidak bertentangan dengan Islam.
Pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) bukanlah jaminan dan solusi tepat yang dapat menyelesaikan konflik beragama seperti yang terjadi di Indonesia. Yang harus dilakukan adalah menghilangkan segala bentuk kekerasan dalam kehidupan beragama.

"Pembubaran ormas tertentu bukan merupakan solusi yang tepat, kalau kekerasan dalam kehidupan beragama masih ada," kata pimpinan Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Zainal Abidin Bagir dalam diskusi di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (11/2/2011).

Dia mengatakan kekerasan dalam kehidupan beragama harus dihilangkan. Sebab, hal itu merupakan persoalan utama. Di samping itu, aparat penegak hukum juga harus tegas terhadap pelaku kekerasan.

Menurut dia, dalam kasus kekerasan terhadap anggota Ahmadiyah di Pandeglang, Banten justru yang ditonjolkan adalah pembubaran ormas. Padahal yang menjadi masalah adalah fatwa sesat tentang ajaran tersebut yang kemudian muncul kekerasan.

"Fatwa tersebut kemudian senjata untuk melakukan kekerasan," ungkap staf pengajar Program Studi Agama dan Lintas Budaya sekolah Pasca Sarjana UGM itu.

Di luar kasus Ahmadiyah kata Zainal, ditemukan 20 kasus berkaitan dengan tuduhan penodaan agama yang disertai aksi kekerasan. Selama tahun 2010 ditemukan sebanyak 39 kasus yang berkaitan dengan rumah ibadah yakni pendirian gereja yang dipermasalahkan umat muslim. Dari kasus itu sekitar 17 kasus atau 43 persen di antaranya diikuti dengan kekerasan fisik.

"Namun hingga kini tidak ada proses pengadilan terhadap aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama tersebut. Aparat penegak hukum tidak boleh dalam posisi lemah dalam memberantas kekerasan dalam beragama," pungkas Zainal. (http://www.antaranews.com/berita/1286803870/konflik-agama-bukan-watak-indonesia)
(http://www.detiknews.com/read/2011/02/11/135552/1569364/10/pembubaran-ormas-bukan-jaminan-konflik-agama-selesai)
BAB III
PENUTUP
konflik yang terjadi yang berwujud wilayah indonesia merupakan akumulasi dari kerapuhan persatuan dan kesatuan warga masyarakat heterogen dalam satuan-satuan wilayah kebudayaan dengan kepentingan konspirasi dengan kelompok-kelompok tertentu di dalam negeri serta pihak asing.kepentinagn itu dilatar belakangi tujuan politik ekonomi dan agama
Upaya itu tidak mencapai sasaran puncak karena ditingkat elit dan pelaksana pihak keamanan dan birokrasi mayoritas masih komit dengan dengan negara kesatuan sehingga serius memperkecil zona konflik dan kefatalan berbagai dampaknya.Masyarakat dari berbagai suku dan agama juga tidak memiliki basic yang kuat untuk memasuki kancah konflik bahkan sebaliknya dari semula sudah terbiasa hidup rukun dan damai dalam berbagai perbedaan
Namun begitu karena masyarakat telah semakin berpendidikan dan cerdas, ditambah dengan nuansa reformasi secara mencuap nya konsep HAM, mereka menginginkan berbagai pihak yang terkait dengan pembangunan kehidupan mereka, (http://www.depsos.go.id/Balatbang/Puslitbang%20UKS/PDF/rusmin.pdf)




membuat chiken cordon bleu

Cordon bleu Ayam adalah prestasi kuliner klasik tetapi dengan resep ini, Anda dapat membuat ini dengan mudah untuk mengesankan keluarga dan teman-teman! Saya telah melihat beberapa jenis hidangan ini tapi ini adalah versi sederhana yang dapat Anda ubah selera Anda!

Ini adalah apa yang Anda butuhkan:

Tanpa tulang, dada ayam tanpa kulit (sekitar £ 1)

Irisan ham (deli style ok)

Irisan keju, lebih disukai mozzarella

Panko remah roti

Garam dan Lada secukupnya

1. Panaskan oven sampai 400 derajat. Ambil sepotong dada ayam dan membuat kupu-kupu dipotong. Ini berarti Anda ayam potong panjang-bijaksana bagian tengahnya dan bawah sehingga ayam bahkan datar dari sebelumnya. Gunakan palu dan meratakan ayam sampai sekitar 1-3 mm. tipis. Langkah ini diperlukan dan langkah yang paling sulit.

2. Tempatkan ham dan keju pada ayam dan gulung itu. Kadang-kadang, orang menggunakan tusuk gigi untuk tetap bergulir. Roll ayam dalam tepung. Celupkan ayam dalam telur butut. Kemudian menutupi ayam panko.

3. Tempatkan semua ayam di atas loyang secara merata dan kemudian panggang selama 20-30 menit atau sampai matang. Pastikan untuk menguji bahwa ayam matang sepanjang jalan di dalam! Ayam bervariasi dalam ukuran dan ketebalan jadi hati-hati bahwa mereka semua matang, tetapi yang lainnya tidak terbakar.

4. Untuk saus cepat, campuran mayones dan bubuk bawang putih secukupnya. Hangat di microwave sebelum disajikan.

Petunjuk:

Bermain dengan keju yang berbeda untuk beragam rasa. Sharp keju tidak dianjurkan karena mereka membayangi rasa, tapi ringan seperti keju Swiss, cheddar, atau karya havarti baik.

Juga, bermain dengan saus. Jika Anda memiliki cukup waktu, membuat hollandaise atau bernaise. Tambahkan tumis jamur, dll apapun pemogokan Anda suka.

Jika Anda menggunakan tusuk gigi untuk memegang ayam, ingatlah untuk menarik mereka keluar sebelum disajikan. Aku sudah melayani orang dengan tusuk gigi dan tidak diberi tahu. Ini TIDAK pengalaman bersantap yang menyenangkan!

Pastikan sudah matang. lebih buruk daripada melayani tamu ayam mentah apa-apa. Salmonella tidak menyenangkan!

membuat american risoles

Berikut resep American Risoles yang saya dapat dari Ibu  Fatmah Bahalwan (NCC Indonesia)
Silahkan mencoba :)
Bahan kulit:
100 gr               tepung terigu
1 sdt                 garam
3 btr                 telur
250 ml               susu cair
1 sdm                mentega, lelehkan
margarine untuk olesan

Cara membuat:
  1. Ayak  terigu,  taruh  dalam  mangkuk  bersama  garam. Buat lubang ditengah, pecahkan telur di dalamnya, aduk satu arah.
  2. Tambahkan  susu sedikit demi sedikit, hingga adonan menjadi licin dan halus.
  3. Tambahkan susu hingga habis, masukkan mentega leleh.
  4. Tutup adonan dengan plastik, diamkan 30 menit.
  5. Olesi  wajan  dadar  diameter  12  cm dengan margarine, panaskan.
  6. Tuangi 1 sendok adonan, ratakan sambil diputar, 2-3 menit, angkat.
Bahan isi :
4 lbr                 Smoked beef, potong kecil 1 x 3 cm
100 gr               keju cheddar parut
4 btr                 telur rebus, potong kecil
1 butir               telur, kocok lepas.
250 gr               tepung panir.
½ Kg                minyak goreng

Penyelesaian :
  1. Bentangkan kulit, isi dengan potongan smoked beef, potongan telur rebus, sedikit keju parut, lipat spt amplop. Sisihkan. Lakukan hingga kulit habis.
  2. Celupkan risoles isi kedalam telur kocok, lalu gulingkan dalam tepung panir.
  3. Simpan dalam lemari pendingin kira-kira 1 jam.
  4. Goreng hingga kuning kecoklatan
  5. Sajikan dengan saus pedas, atau cabe rawit.
Tips sukses membuat Amris :
Membuat American Risoles yang cantik dan tidak pecah, pasti bisa kita lakukan asalkan tau beberapa tips dan triknya. Beberapa member bahkan mengganti jumlah telur menjadi 1 btr untuk 100gr tepung, dan ini tidak salah sama sekali. Adonan akan tetap lentur dan enak asal tetap menggunakan susu, bukanya air. Nah, jumlah susu cukupkan dua kali lipat jumlah tepung. Dengan demikian adonan kulit Amris akan pas kekentalannya meski dibuat menggunakan wajan kuwalik sekalipun. (wajan kuwalik = crepes maker).
Kejadian pecah risoles saat digoreng bisa karena :
  1. Terlalu lama waktu goreng
  2. Dingin dari kulkas langsung ketemu panas tinggi.
Nah, kegagalan ini bisa diatasi dengan cara sbb:
  1. pastikan isi risoles padat dan rapat.
  2. Setelah dipanir, masukkan dalam chiller minimal 1 jam agar tepung panir menempel sempurna.
  3. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, goreng risoles hingga kuning kecoklatan, angkat segera.
  4. Jika risoles terlihat menggelembung saat digoreng, tusuk perlahan dengan tusuk sate lancip untuk memberi ruang udara keluar. Niscaya risoles akan mengempis lagi.
  5. Pada dasarnya risoles sudah layak dimakan tanpa dgoreng, karena semua bahannya sudah matang dan ready to eat. Menggoreng hanya untuk mendapatkan tekstur crispy dan penampilan cantik. Maka segera angkat bila risoles sudah terlihat kuning emas, tak perlu sampai coklat gelap.
Menggoreng Risoles jumlah banyak memerlukan trik tersendiri. Sering kejadian rontokan tepung panir mengendap dibawah dan gosong membuat Amris ‘kloter’ berikutnya menjadi hitam jelek. Hal ini dapat dihindari dengan cara sbb:
  1. Siapkan 2 wajan/penggorengan. Satu untuk menggoreng dan satu lagi siap ‘menanti tugas’.
  2. Ketika endapan tepung panir terlihat banyak pada penggorengan pertama, segera matikan api. Tuang minyak kedalam penggoreng yang menanti, dan buang endapannya. Penggorengan kedua mulai ‘bertugas’ menggoreng kloter risoles yang sudah antre. Sementara itu wajan pertama siap kembali setelah dibersihkan dari endapan. Begitu seterusnya bergantian dua wajan ini ‘bertugas’ sampai Risoles habis. Niscaya semua Amris tampil kuning cantik.
  3. Tapi bagaimana bila penggorengan Cuma satu???.....segera beli satu lagi !
    Salam manis .(fb)
 sumber : http://mmrisoles.multiply.com/journal/item/21

muhammad wildan ardiansyah   1ID04
34410837

TIPS MERAWAT SEPATU FUTSAL

TIPS MERAWAT SEPATU FUTSAL

Buat kalian yang suka banget main futsal, sepatu futsal merupakan perlengkapan yang wajib, selain untuk keamanan dan kenyamanan sepatu futsal juga harus gaya, nah jika sepatu futsal kita ga di rawat maka unsur gaya itu berkurang sedikit, pada postingan kali ini saya akan berbagi sedikit tips, yaitu tips merawat sepatu futsal.
sepatu futsal sering di gunakan dengan intensitas tinggi, sehingga kelembapan dalam sepatu tinggi akibat panas dari suhu kaki dan keringat, biasanya ini akan menyebabkan sepatu menjadi bau, dan mudah rusak, untuk mengatasi hal ini
sebaiknya segera longgarkan tali sepatu untuk memberi ruang udara yang masuk pada sepatu, Tidak di anjurkan menaruh kaus kaki di dalam sepatu, sebaiknya tambahkan silica gel untuk menyerap kelembapan,Jika sepatu kita terlanjur bau setelah di pakai taruh kapur barus bulat, atau dapat di taburkan kopi di dalamnya.
Knali jenis upper sepatu anda apakah dari kulit asli atau sintetik? Jika sintetik cuci seperti biasa dan keringkan di bawah sinar matahari, sebelum di gunakan pastikan sepatu kering sempurna, untuk menghindari kelembapan dan kekuatan lem tetap terjaga.
Untuk upper kulit asli sebaiknya janagan terlalu sering di cuci, hanya keringkan dengan suhu ruangan, setelah kering sempurna sebaiknya gunakam wax kulit/ semir. jika warna semir tidak ada yang cocok gunakan semir netral ini untuk mencegah kulit menjadi kaku dan pecah.
Inti dari kekuatan sepatu adalah perawatan, jadi sepatu original yang bagus dan mahal jika perawatan ga baik, maka sepatu akan cepat hancur.
Jadi rawat sepatu dengan baik, selain bermanfaat untuk kesehatan juga bermanfaat untuk keuangan..

sumber :  http://total-futsal.blogspot.com/2009/09/tips-merawat-sepatu-futsal.html
muhammad wildan ardiansyah     1ID04

Kamis, 13 Januari 2011

bigrafi tentang albert einstein

Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".

Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia.

Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Orang Abad Ini" oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama "Einstein" digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya "Albert Einstein" didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.

1. Masa muda dan universitas

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya).

Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme. Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur;j dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.

Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negar Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

2. Kerja dan Gelar Doktor

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss dalah tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengatahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan, adalah pendamping pribadi dan kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") dalam tahun 1905 dari Universitas Zürich.

Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.
 
 kenapa saya mengambil biografi tentang beliau karena saya mengagumi nya,dia juga orang yang tidak mudah putus asa,dalam melakukan percobaan-percobaan nya,pada saat beliau gagal dalam melakukan percobaan beliau tetap berusaha untuk melanjutkan percobaan nya tersebut

Jumat, 10 Desember 2010

STRATIFIKASI SOSIAL

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas penulisan ini yang berjudul “Stratifikasi sosial”.
Tugas Penulisan tersebut adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar di Universitas Gunadarma di Bekasi (Xmalang).
Dalam tugas Penulisan ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan dan keterbatasan  yang dimiliki penulis.
Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan tugas penulisan ini. penulis berharap semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat bagu saya dan pembaca sekalian,diberikan pahala dan  imbalan yang  setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin..........

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut :
Ukuran kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
==== Ukuran kekuasaan dan wewenang ====ÂĎ Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.
Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.
Ukuran ilmu pengetahuan
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.
Ukuran kekuasaan

Seseorang yang memiliki kekuasaan atau yang mempunyai wewenang terbesar akan menempati pelapisan yang tinggi dalam pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan.

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa pelapisan sosial dapat mempengaruhi
kehidupan masyarakat, seperti adanya perbedaan gaya hidup dan perlakuan dari
masyarakat terhadap orang-orang yang menduduki pelapisan tertentu. Stratifikasi sosial
juga menyebabkan adanya perbedaan sikap dari orang-orang yang berada dalam strata
sosial tertentu berdasarkan kekuasaan, privilese dan prestise. Dalam lingkungan
masyarakat dapat terlihat perbedaan antara individu, atau satu keluarga lain, yang dapat
didasarkan pada ukuran kekayaan yang dimiliki. Yang kaya ditempatkan pada lapisan
atas, dan miskin pada lapisan bawah. Atau mereka yang berpendidikan tinggi berada di
lapisan atas sedangkan yang tidak sekolah pada lapisan bawah. Dari perbedaan lapisan
sosial ini terlihat adanya kesenjangan sosial. Hal ini tentu merupakan masalah sosial
dalam masyarakat.
Perbedaan sikap tersebut tercermin dari gaya hidup seseorang sesuai dengan strata
sosialnya. Pola gaya hidup tersebut dapat dilihat dari cara berpakaian, tempat tinggal,
cara berbicara, pemilihan tempat pendidikan, hobi dan tempat rekreasi. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya :
Cara Berpakaian
Seseorang yang tergolong dalam strata sosial atas dapat dilihat dari gaya busananya.
Biasanya orang-orang kelas atas menggunakan busana dan aksesoris lain, seperti sepatu,
tas, jam tangan yang bermerek dan dari luar negeri. Sedangkan mereka yang termasuk
strata sosial menengah ke bawah, lebih memilih menggunakan barang-barang produksi
dalam negeri.
Tempat Tinggal
Pada umumya masyarakat kelas atas akan membangun rumah yang besar dan mewah
dengan gaya arsitektur yang indah.
Masyarakat kelas atas lebih menyukai tinggal di
kawasan elite dan apartemen mewah yang dilengkapi dengan fasilitas modern.
Sedangkan masyarakat yang tergolong strata menengah lebih memilih bentuk dan tipe
rumah yang sederhana bahkan ada juga yang tinggal di rumah susun.
Cara Berbicara
Cara berbicara orang-orang yang tergolong strata atas akan berbeda dengan orang-orang
yang berada dalam strata bawah. Mereka yang termasuk dalam golongan strata atas
memiliki gaya berbicara yang beradaptasi dengan istilah-istilah asing serta penuh dengan
kesopanan. Sedangkan orang-orang yang berada dalam strata bawah terkadang suka
berbicara yang tidak terlalu memperhatikan etika.
Pendidikan
Pendidikan menjadi faktor yang paling penting bagi setiap masyarakat. Umumnya
masyarakat strata atas memilih memasukkan anak-anak mereka pada sekolah-sekolah
ataupun universitas-universitas yang berkualitas tinggi termasuk sekolah di luar negeri.
Sedangkan bagi masyarakat yang menduduki pelapisan bawah lebih memilih
menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah dalam negeri.
Hobi dan rekreasi
Menyalurkan hobi serta berekreasi merupakan hal-hal yang diperhatikan oleh masyarakat
yang berada dalam pelapisan atas. Biasanya orang-orang yang berada dalam strata atas
memilih olahraga yang ekslusif seperti golf, balap mobil, serta menyalurkan hobi, seperti
main piano, main biola, menonton orkestra, mengoleksi lukisan-lukisan mahal dan
sebagainya. Begitu pula berekreasi, mereka lebih memilih berekreasi ke luar daerah atau
bahkan ke luar negeri. Sedangkan, bagi masyarakat yang tergolong strata bawah, lebih
memilih hobi dan berekreasi yang tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya, seperti
bermain sepak bola, dan berekreasi ke tempat yang dekat dengan tempat tinggal mereka.